Home » » Dasar-dasar Statistika Bisnis

Dasar-dasar Statistika Bisnis

Written By Raymond Samson Purba on Wednesday, September 25, 2013 | 6:54 AM

Banyak pertanyaan-pertanyaan sekitar pengenalan mengenai Dasar dari Satistika. Nah. kali ini saya akan berbagi kepada teman-teman seputar pertanyaan yang paling sering kita jumpain pada saat belajar dasar statistika.

Sebelum kita masuk kedalam pertanyaan-pertanyaan ini, saya sebagai pemilik BLOG ini. Sangat-sangat mengucapkan terimakasih banyak apabila teman-teman semua, bukan hanya membaca atau mengcopy artikel ini. Tetapai sebagai pengunjung yang baik, pasti bisa melakukan tugasnya dengan memberikan komentar, atau membagi Artikel ini di jejaring sosial yang teman-teman miliki. Agar Blog ini bisa panjang umurnya.

Nah, Langsung saja kita mulai :

Apa yang dimaksud dengan STATISTIK dan STATISTIKA ? dan apa itu DATA ?
Jawaban :

STATISTIK adalah Kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan suatu persoalan.
STATISTIKA adalah Ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi dan mempersentasikan data.
DATA adalah fakta-fakta atau angka-angka yang secara relative tidak memiliki arti bagi pemakai.

Tentukan dan jelaskan jenis-jenis DATA !
Jawaban :

Ada beberapa jenis-jenis data yang dilihat dari berbagai sisi, yaitu :
  • Menurut Cara memperolehnya,
  1. Data Primer adalah data yang diperoleh dari tangan pertama dan diolah oleh organisasi atau perorangan.
  2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari suatu organisasi atau perorangan yang diperoleh dari pihak lain yang telah mengumpulkan dan mengelolahnya.
  • Menurut Sifatnya,
  1. Data Kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka
  2. Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka.
  • Menurut Sumbernya,
  1. Data Internal adalah data yang menggambarkan keadaan didalam suatu organisasi seperti negara, perusahaan, departement dan lain-lain.
  2. Data Eksternal adalah data yang menggambarkan sesuatu di luar organisasi.
  • Menurut waktu pengumpulannya,
  1. cross-section data adalah data yang dikumpulkan pada waktu tertentu untuk menggambarkan keadaan waktu itu.
  2. time-series data adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau pertumbuhan.
Tuliskan dan jelaskan syarat-syarat data yang baik !
Jawaban :

Suatu data, dapat dikatakan baik apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Objektif, artinya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
  2. Representatif, artinya mewakili (persoalan yang ada) sesuatu yang lebih luas.
  3. mempunyai (tingkat) kesalahan baku yang kecil.
  4. Up to date, artinya data masih harus baru atau tidak kadaluarsa
  5. Relevan, artinya data yang dihasilkan harus ada hubungan dengan persoalan yang akan dipecahkan.
Tuliskan dan jelaskan kelebihan dan kekurangan sampel dibanding populasi !
Jawaban :
  • Kelebihan sampel dibanding populasi :
  1. Menghemat Biaya, artinya data yang dikumpulkan hanya sebahagian dari populasi. Karena merupakan sampel, maka petugas yang dibutuhkan lebih sedikit, hemat biaya percetakan, biaya pelatihan, pencacahan dan pengolahan.
  2. Mempercepat hasil survei, pada umumnya data yang dibutuhkan segera, sehingga berbagai perencanaan segera dapat dilakukan. Dengan melakukan survei sampel, maka pelaksanaan lapangan dan pengolahan tentunya akan jauh lebih cepat diselesaikan.
  3. Cakupan materi lebih besar, artinya data yang dibutuhkan biasanya beragam dan cukup banyak, sehingga tidak mungkin dikumpulkan melalui pencacahan lengkap. Data yang dikumpulkan melalui sensus lengkap biasanya sangatlah terbatas. Variabel yang dicakup sangat dibatasi pada variabel dasar saja.
  4. Akurasi lebih tinggi, artinya pada sensus jumlah petugas dan responden yang besar akan mengakibatkan tingkat kesalahan yang juga besar terutama kesalahan yang diakibatkan bukan oleh teknik sampling yang disebut dengan Non Sampling Error. Non Sampling Error dapat diakibatkan oleh tidak terpenuhi kualifikasi petugas yang baik, kuesioner yang kurang baik, konsep dan definisi yang kurang tepat, jawaban responden yang salah, maupun kesalahan dalam proses pengolahan.
  • Kekurangan Sampel dibanding populasi :
  1. Penyajian wilayah kecil, seperti kecamatan dan desa dengan sampel terbatas tidak dapat dipenuhi. pada umumnya jumlah sampel yang digunakan sesuai dengan tingkat ketelitian yang dikehendaki.
  2. penyajian variabel proporsi kecil, survei sampel tidak dapat menyajikan variabel yang kejadiannya kecil dalam populasi (proporsi kecil).
  3. Trend data, apabila data yang diperlukan secara berkala untuk mengukur perubahan yang sangat kecil dari sutu periode ke periode berikutnya, kemungkinan sampel yang diperlukan cukup besar.
  4. Tidak tersedianya kerangka sampel, sehingga pernyataan probabilitas sampling tidak terpenuhi. Biaya pembentukan kerangka sampel cukup tinggi, sehingga memiliki pengaruh besar terhadap total biaya.
Tuliskan dan jelaskan metode Pengumpulan sampel !
Jawaban :

Metode sampel yang sering digunakan ada dua macam, yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling.
  1. Probability Sampling, adalah metode pemilihan sample dari suatu populasi dengan menggunakan kaidah-kaidah probabilita. Contoh : SRS, Sistematik, Stratified, Cluster, PPS, Multistage, Multiphase
  2. Non Probability Sampling, adalah metode pemilihan sample dari suatu populasi tidak menggunakan kaidah-kaidah probabilita. Contoh : Convinience, Judgement, Quota, Snowball
Tuliskan dan jelaskan pengelompokan Statistika !
Jawaban :


  • Statistik Deskriptif, adalah statistika yang menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu saja. Untuk mendeskripsikan/memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data (sampel atau populasi) sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi)
  • Statistik Induktif / Inferesial, adalah statistika yang menggunakan data dari suatu sampel untuk menarik kesimpulan mengenai populasi dari mana sampel tersebut diambil. Untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan untuk populasi. Statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada keseluruhan subyek tempat data diambil (generalisasi).
  1. Statistik Parametrik, Menggunakan asumsi mengenai populasi. Membutuhkan pengukuran kuantitatif dengan level data interval dan ratio. Data diambil dari populasi berdistribusi normal.
  2. Statistik Non ParametrikMenggunakan lebih sedikit asumsi mengenai populasi (atau bahkan tidak ada sama sekali). Membutuhkan data dengan level serendah- rendahnya ordinal (ada beberapa metode untuk nominal). Data diambil dari populasi berdistribusi bebas (tidak normal)
Tuliskan dan jelaskan langkah-langkah penyelesaian masalah dengan menggunakan statistika !
Jawaban :


Penggunaan statistik untuk memecahkan masalah, akan memberikan hasil yang lebih tepat jika dalam pelaksanaannya mengikuti ancangan yang bersifat lebih ilmiah. Agar hasil pengolahan dapat memberikan jawaban yang rasional terhadap suatu permasalahan, maka dalam pelaksanaannya harus dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang telah ditentukan. Jika satu langkah diabaikan maka besar kemungkinan hasil akhirnya tidak mampu menjelaskan dengan tepat. Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan dalam pemecahan masalah secara statistik adalah sebagai berikut:
  • Mengidentifikasi masalah atau peluang, Pertama kali yang harus dilakukan oleh pengguna adalah memahami dan mendefinisikan masalah atau peluang yang dihadapi secara tepat. Selanjutnya harus mengetahui informasi secara kuantitatif mengenai data yang mencakup sifat dan luasnya permasalahan.
  • Pengumpulan data berdasarkan fakta yang tersedia, Data yang dikumpulkan harus benar, tepat waktu, lengkap dan relevan terhadap permasalahan yang ditelaah. Sumber data dapat berasal dari data intern yaitu data dari dalam organisasi/lembaga itu sendiri, sedang data ekstern yaitu data yang diambil dari organisasi/lembaga tersebut. Misalnya dalam suatu perusahaan untuk data mengenai bisnis dan ekonomi, data intern dapat diambil dari unit akuntansi, produksi dan pemasaran dan unit lain yang mendukung. Sedang untuk data ekstern diambil dari luar organisasi tersebut, misalnya dari asosiasi perdagangan, konsumen, pemasok, berita bisnis (Business Week dan lain-lain), publikasi badan-badan pemerintah ( hasil Survey Bisnis, Sensus Bisnis, Statistik Indonesia  dan lain-lain). Namun untuk hasil yang akurat, biasanya data diambil langsung dari pengumpul data sumber primer, misalnya organisasi yang pertamakali mengumpulkan data dan mempublikasikannya pertama kali. Hal ini disebabkan  organisasi lain yang mereproduksi data primer tersebut  dapat melakukan kesalahan pada saat reproduksi dan tidak menjelaskan kesalahannya. Juga tidak dapat menjelaskan bagaimana data dikumpulkan dan apa keterbatasan-keterbatasannya?
  • Pengumpulan data orsinil yang baru, Dalam banyak hal ada kemungkinan data yang diperlukan tidak semuanya tersedia pada sumber-sumber yang telah didapat sehingga untuk memenuhinya harus mengumpulkan data sendiri. Ada beberapa keuntungan dari pengumpulan data baru ini, yaitu dapat mengetahui permasalahan dengan benar dan dapat berpartisipasi dalam mendefinisikan variabel-variabel, menentukan cara-cara pengukuran variabel, sehingga fakta yang dihasilkan akan memiliki sifat-sifat yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Ada bermacam-macam metode untuk memperoleh data yang diinginkan,  diantaranya:
  1. wawancara secara pribadi, dilakukan dengan bertanya kepada responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Ancangan pengumpulan data ini memungkinkan pewawancara memperjelas istilah-istilah yang tidak dimengerti responden, sehingga data yang diperoleh akan lebih akurat dan persentase perolehan data tinggi. Namun kelemahan ancangan ini adalah membutuhkan biaya yang tinggi dan kadangkala responden tidak berkenan untuk memberikan keterangan, karena tidak senang dengan sikap pewawancara.
  2. dengan kuisioner melalui pos. Aturan umum yang harus dipenuhi cara ini adalah pertanyaan harus dirancang sederhana dan baik sehingga responden dalam memberikan jawaban mudah mengisinya, misalnya hanya dengan memberi tanda atau dengan kata-kata yang sedikit. Penggunaan kuisioner relatif murah, namun persentase perolehan data yang bisa dimanfaatkan rendah sebab banyak kuisioner yang tidak dikembalikan dan ada kemungkinan jawaban tidak diisi sendiri oleh responden atau ada kemungkinan juga jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan yang ditanyakan
  • Pengklasifikasian dan mengikhtisarkan dataLangkah selanjutnya setelah pengumpulan data adalah mengorganisasikan atau mengelompokkan data untuk tujuan penelaahan. Klasifikasi adalah identifikasi data yang mempunyai karateristik serupa dan mengaturnya dalam suatu kelompok atau kelas. Misalnya data produksi dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis produk yang dibuat, lokasi pabrik, atau proses produksi yang digunakan dan sebagainya. Klasifikasi dapat juga dilakukan dengan  metode yang lebih singkat yaitu dengan cara memberi kode (coding). Nomor kode dapat dibuat untuk menunjukkan obyek, seperti orang, dapat diidentifikasi berdasarkan: nomor kartu tanda penduduk, nomor penggajian dan sebagainya. Untuk obyek tempat dapat diidentifikasi mengenai kode pos, nomor wilayah penjualan dan sebagainya. Untuk obyek benda dapat diidentifikasi mengenai suku cadang, nomor katalog dan lain-lain. Setelah diberi kode, data tersebut disusun dalam kelas-kelas yang teratur yang kemudian dibuat ringkasannya sehingga dapat lebih mudah untuk dimengerti dan memudahkan untuk pengolahan selanjutnya. Ringkasan tersebut umumnya dalam bentuk grafik, tabel, nilai deskripsi numerik seperti ukuran nilai tengah, ukuran dispersi dan lainnya.
  • PenyajianInformasi dalam bentuk tabel, grafik dan ukuran kuantitatif sangat diperlukan sebab sangat membantu dalam memahami suatu permasalahan, dapat membantu dalam mengidentifikasi hubungan-hubungan serta dapat membantu para analisis dalam menyajikan dan mengkomunikasikan butir-butir yang penting kepada pihak yang berkepentingan.
  • Menganalisis dataOrang yang menganalisis data harus menginterpretasikan langkah-langkah yang telah dilakukannya. Jika menggunakan ukuran deskriptif untuk menarik suatu kesimpulan maka analis harus  menginterpretasikan alat bantu statistik yang digunakan untuk mencari kemungkinan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang paling tepat. Namun ketepatan hasil alternatif pemecahan masalah sangat ditentukan oleh keterampilan para pemecah masalah dan kualitas informasi yang dimiliki. Pengambil keputusan harus mempertimbangkan pilihan-pilihan atas dasar sasaran yang telah ditentukan agar menghasilkan satu rencana atau keputusan yang merupakan jawaban terbaik terhadap permasalahan yang dihadapi.
Tuliskan dan jelaskan Kegunaan Statistika pada bidang Akuntansi dan Bisnis / Manajemen !
Jawaban :


Kegunaan Statistik Dalam Bidang Ilmu Akuntansi :

a. Penentuan standar audit barang dan jasa
b. Penentu depresiasi barang dan jasa
c. Analisis rasio keuangan

Kegunaan Statistik Dalam Bidang Ilmu Bisnis / Manajemen :

a. Penentuan struktur gaji, pesangon,tunjangan karyawan
b. Penentuan jumlah persediaan
c. Evaluasi produktivitas karyawan
d. Evaluas kinerja karyawan

0 comments:

Post a Comment